Mendengar kata "penyakit mental" atau " gangguan jiwa",yang terlintas di benak kita umumnya seseorang berbaju kumal,rambut awut2an,mata kosong atu sering tertawa2 sendiri.Gambaran itu mungkin ada benarnya.Namun ternyata ada penderita gangguan jiwa yang tampak normal2 saja.RYAN misalnya,pembunuh berantai yang korbannya mencapai 11 orang.Jadi,siapa yang bisa disebut penderita gangguan jiwa??
BAWAAN DAN LINGKUNGANMenurut Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di I ndonesia,ada berbagai kondisi gangguan jiwa.Dari yang di sebabkan oleh penyakit (misalnya radang selaput otak,tumor,stroke) hingtga gangguan perilaku dan emosional di masa kanak2."Gangguan jiwa umumnya disebabkan oleh beberapa faktor yang terkait satu sama lain,yaitu organobiologis,psikoedukatif dan sosio-kultural," (dikemukakan oleh dr.Sylvia Detri, SpKJ dari Departemen Psikiatri FKUI\RSCM).
Organobiologis berarti ketidakseimbangan zat kimia otak yang disebut neurotransmiter atau gangguan organ bawaan dari lahir.Sedangkan psikoedukatif adalah faktor psikologis dan pembelajaran yang mempengaruhi perkembangan kepribadian.Sementara faktor sosio-kultural disebabkan oleh pengaruh budaya,misalnya anak sulung dari suku tertentu berperan besar dalam menentukan hal-hal penting dalam keluarga."Jika hal ini tidak dipahami dengan baik,bisa mempengaruhi kesehatan jiwanya" (di kemukakan dr.Sylvia)
Hingga saat ini belum diketahui apakh salah satu faktor lebih berperan dari pada yang lain.Namun ketiganya berinteraksi menyebabkan gangguan jiwa.Kecuali gangguan jiwa tertentu-misalnya skizofrenia (tidak dapat membedakan antara realitas dan fantasi) ,faktor biologis dipastikan berperan lebih besar.
Untuk menentukan suatu gangguan jiwa,setidaknya ad 5 hal yang perlu diperhatikan,yaitu; kondisi klinis(kumpulan tanda dan gejala yang di alami seseorang),kepribadian,medis,masalah psikososial dan lingkungan,serta penilaian fungsi individu secara menyeluruh.Karena apda gangguan jiwa,seseorang mengalami distres dan disfungsi dalam kehidupan sehari-hari,sehingga tidak dapat berfungsi optimal dalam kehidupannya dan kualitas hidupnya pun menurun.
GANGGUAN PADA WANITAGangguan jiwa meliputi banyak jenis dan spektrum sangat luas.Mulai dari ringan (misalnya kesulitan belajar pad anak,gangguan konsentrasi dalam bekerja,ketidakmampuan beradaptasi di lingkunga baru), sedang (misalnya gangguan cemas,depresi), hingga berat (misalnya skizofrenia).Ada beberapa gangguan yang dewasa ini banyak di jumpai,terutama pada wanita,yaitu:
PANIK
Rasa cemas sebenarnya lumrah saja dalam hidup manusia.Kita tentu pernah merasakannya,antara lain saat mengahadapi hal baruatau kondisi di luar kebiasaan,misalnya ketika pindah rumah atau ganti pekerjaan.Rasa cemas ini kan menghilang dengan sendirinya bila peristiwa kondisi penyebabnya telah berlalu.Namun bila kecemasan itu menetap,berlebihan,menggangu aktivitas sehari-hari,bahkan menyebabkan kepanikan,maka anda perlu berhati-hati.
Menurut dr.Sylvia,meskipun indonesia belum dilakukan penelitian,telah terjadi peningkatan jumalah penderita gangguan panik yang mencari bantuan profesional.Gejalanya hampir sama dengan serangan jantung,yaitu rasa nyeri di dada,jantung berdebar2,rasa kebas,wajah memerah dan keluar keringat dingin.Serangan ini juga bisa membuat penderitanya merasa seperti tercekik.Panik biasanya terjadi secara tiba2 dan bisa berulang-ulang,sehingga membuat penderita sangat khawatir bahkan sebelum ia mengalami serangan lagi.
Karena gejalanya yang mirip serangan jantung,umumnya penderita melakukan pemeriksaan medis,namun tidak ditemukan kelainan fisik.Rumitnya,serangan panik juga di jumpai pada berbagai gangguan jiwa lain,misalnya depresi.Namun,kalau anda baru sekali mengalami serangan panik,tidak otomatis anda menderita gangguan panik.Jika serangan panik terjadi lebih dari tiga kali dalam sebulan,sebaiknya cari bantuan pada psikiater.
Biasanya gangguan panik terjadi pada masa remaja,awal masa dewasa atau usia pertengahan.Kondisi ini sering di hubungkan dengan stres bertubu-tubi yang dialami seseorang.Meskipun bisa didap selama bertahun-tahun,gangguan panik tidak selalu menjadi semakin 'parah'.Namun sebuah penelitian menyatakan bahwa merokok dan mengkonsumsi kafein berlebihan dapat memperburuk gangguan panik.Sekitar 40-80% ganggan panik juga disertai depresi.
Terapi gangguan ini umumnya dilakukan dengan mengombinasikan psikoterapi-misalnya reaksi-dengan obat2an yang bekerja sebagai anti panik.Beberapa jenis obat perlu di kkonsumsi secara rutin dalam jangka waktu lama,tergantung kondisi si penderita.
DEPRESI
Siapapun tentu pernah merasakan bad mood.Namun jika anda terus-menerus merasa murung,mudah lelah dan kehilangan minat untuk melakukan sesuatu,anda perlu berhati-hati karena hal ini bisa mengarah pada depresi.
Gejala lain adalh berkurangnya konsentrasi,perhatian dan rasa percaya diri.Atau timbul perasaan bersalah dan tidak berguna,pesimis memandang masa depan,timbul keinginan yang membahayakan diri sendiri,nafsu makan turun dan sulit tidur,tergantung dari tingkat depresinya,apakah rinagn,sedang atau berat.
Biasanya pada penderita depresi sulit bekerja,berkegiatan sosial,juga mengurus rumah tangga.Bahkan pada penderita depresi berat sanagt mungkin terjadi waham dan halusinasi.Waham adalah keyakinan yang salah,tidak sesuai budaya,tidak rasional,bahkan tidak realistis,namun sulit dikoreksi.Misalnya:menganggap diri nya adalah ratu.Sedangkan halusinasi adalah suatu persepsi tertentu tanpa rangsangan dari luar.Misalnya mendenhar sesuatu tanpa ada sumber bunyi,atau melihat sesuatu tanpa ada wujudnya.
Seringkali depresi dicetuskan oleh peristiwa yang menimbulkan stres atau trauma mental.Umumnya depresi timbul di usia remaja,namun bisa juga terjadi di usia anak2 dan dewasa.Khusus pada wanita kian banyak ditemui depresi pasca melahirkan.Memang sebagian besar wanita merasa bahagia setelah melahirkan.Namun ada faktor2 yang memicu timbulnya depresi pasca melahirkan,antara lain kekuatan kepribadian,kondisi hormonal atau dukungan orang2 terdekat.Jika tidak di tangani denagn tepat ,depresi ini bisa memburuk.
Seperti gangguan jiwa lainnya, penanganan depresi biasanya dilakukan dengan pemberian obat anti-depresi,psikotropika atau terapi rejantan listrik(electro-convulsive therapy).Obat anti-depresi biasanya di minum dalam jangka waktu 6bulan atau lebih.Sedangkan terapi rejantan listrik di berikan pada penderita depresi berat.
"sumber:pesona"